Selasa, 16 Oktober 2012

KONTROL DIRI

Diposkan oleh anggarwatiriscaputantri di 15.34
Reaksi: 


A.  Pengertian Kontrol Diri
Kontrol diri atau kendali diri adalah sikap mengendalikan pikiran dan tindakan agar tindakan kita sesuai dengan norma-norma yang benar. Kontrol diri merupakan hal yang penting terutama bagi anak.  Jika anak memiliki kontrol diri, ia tahu dirinya punya pilihan dan dapat mengontrol tindakannya. Kontrol diri membekali anak dengan karakter yang kuat karena menahan mereka memanjakan diri dengan bersenang-senang dan justru memusatkan pada tanggung jawab. Kontrol diri juga menyadarkan anak akan adanya konsekuensi berbahaya atas tindakan yang dilakukan, sehingga dengan kesadaran tersebut anak dapat mengontrol emosinya.(Borba 2008:104)

B.  Krisis Kontrol Diri yang Buruk
Dewasa ini banyak terjadi kasus anak yang bunuh diri karena hasil ujian mereka jeblokatau karena tidak mampu membayar uang SPP, dsb. Kontrol diri yang mereka miliki kurang sehingga membuat anak melakukan tindakan yang tidak mereka pikirkan dulu resikonya apa. Kontrol diri membantu anak mengendalikan perilaku mereka, sehingga mereka dapat bertindak benar berdasarkan pikiran dan hati nurani mereka dan memberi kemampuan anak mengatakan “tidak” pada tindakan yang tidak benar, dan memilih melakukan tindakan bermoral. Ini merupakan merupakan mekanisme internal yang sangat berpengaruh, yang mengarahkan sikap moral anak, sehingga pilihan yang mereka ambil tidak hanya aman, tetapi juga bijak.(Borba 2008:96)
Ada 4 faktor yang paling berpengaruh dan menjadi sebab terjadinya krisis perkembangan kontrol diri :
  1. Kesibukan orang tua yang menimbulkan stres
  2. Kekerasan yang menimbulkan trauma
  3. Ketergantungan yang berlebihan pada obat daripada mengendalikan diri
  4. Pengagungan kekerasan dalam dunia hiburan


C.  Tiga langkah Membangun Kontrol Diri
Ada 3 langkah penting untuk membangun kontrol diri terutama bagi anak. Yang pertama adalah memberi contoh pada anak karena memberi contoh merupakan cara yang terbaik untuk mengajari anak mengendalikan kontrol diri mereka namun orang tua juga harus memperbaiki sikap mereka agar layak dicontoh oleh anak. Yang kedua yaitu mendorong anak agar anak mampu membuat motivasi dalam diri sehingga

1. Langkah 1   : Berilah Contoh Kontrol Diri dan Jadikan Hal Tersebut sebagai Prioritas
Cara yang terbaik mengajarkan moralitas kepada anak adalah dengan melihat contoh dari orang tuanya. Contoh yang kita berikan merupakan hal terbaik untuk membuat anak anak menyerap nilai-nilai moral kontrol diri, sebelumnya kita harus merenungkan perbuatan kita apakah perbuatan kita baik untuk anak-anak. Ada 4 kebiasan keluarga yang dapat menumbuhkan kontrol diri :
-          Ajarkan makna dan nilai kontrol diri.
Jika anda menginginkan anak-anak mengembangkan rasa kontrol diri, jelaskan makna kebijakan kontrol diri yaitu pada saat menghadapi godaan kita harus membuat pilihan yang tepat karena kontrol diri dapat menjauhkan kita dari persoalan dan membantu kita bertindak. Selanjutnya anak-anak harus diajarkan untuk menyebutkan kata-kata kontrol diri agar anak mengerti betapa pentingnya hal tersebut, contohnya : ” Saya lebih baik menabung daripada membeli mainan, ” Saya sangat ingin pergi bersamamu tapi saya harus belajar sekarang”.
-          Tekadkan mengajar kontrol diri kepada anak
Jika anda ingin anak mempunyai kontrol diri yang kuat , tetepkan niat anda untuk memupuk sifat tersebut dalam diri mereka, kemudian anda harus berpegang teguh pada tekad anda sampai anak menunjukan adanya kemajuan, dengan membuat catatan setiap bulannya untuk mengetahui perkembangannya.
-          Buatlah Moto kontrol diri dalam keluarga   
Contohnya : ” Berpikirlah baru bertindak ”,  ”Orang sayang disayang Tuhan”, ”Berjalan-jalanlah ketika kamu merasa marah” kemudian ditempel di tempat yang sering dilihat untuk anggota keluarga.

-          Buat aturan bahwa hanya boleh bicara dalam keadan terkontrol   
Aturan ini khususnya berguna bagi anak-anak yang mengalami kesulitan kontrol diri atau jika anak remaja anda sangat emosional.


2. Langkah 2 :  Doronglah agar anak memotivasi diri
Salah satu tugas terberat adalah mendidik anak agar percaya diri. Meskipun kita pasti mendorong anak agar berhasil, pada akhirnya mereka sendirilah yang harus mempunyai keinginan untuk itu. Tujuannya adalah membuat membuat anak sadar bahwa ia dapat mengontrol hidup dan pilihannya. Ada beberapa cara untuk mendorong anak melakukan tugas dengan baik :
    1. Tumbuhkan pujian internal
    2. Mintalah anak agar menghargai perbuatanya sendiri
    3. Buat jurnal keberhasilan
    4. Buatlah setifikat

3.    Langkah 3: Ajarkan cara mengontrol dorongan agar berfikir sebelum bertindak.
Empat strategi mengendalikan amarah agar anak dapat menghadapi situasi yang membuat stres :
  1. Belajar mengungkapkan dengan kata-kata
  2. Perhatikan tanda – tanda amarah
  3. Tenangkan diri dengan berbicara di dalam hati
  4. Ajarka cara teknik pernapasan

·         Tiga langkah mengendalikan dorongan impulsif :
1.    Berhenti
2.    Berpikir
3.    Bertindak

D. Cara mengatasi krisis kontrol diri pada anak :
  1. Jadilah contoh nyata bagi anak
  2. perhatikan muatan kekerasan pada acara televisi, musik, film, videogames, kemudian tetapkan standar tertentu dan terapkan pada anak-anak.
  3. Jangan selalu memberi hadiah materi bagi usaha yang dilakukan anak .
  4. Doronglah usaha anak hingga ia merasa yakin dapat melakukan sendiri.
  5. Bantu anak dalam mengambil keputusan moral.

2 komentar:

kevin ariandhy on 13 Mei 2014 18.25 mengatakan...

nice, semoga bermanfaat untk semua orang :)

anggarwatiriscaputantri on 13 Mei 2014 21.36 mengatakan...

terimakasih Kevin :)

Poskan Komentar

 

BELAJAR ITU MENYENANGKAN Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos